Selasa, 25 Oktober 2011

SELAYANG PANDANG PORBISI "GARUDA PUTIH"

I.                    PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Porbisi “ Garuda Putih “ sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kota Manado khususnya, bahkan Nusantara pada umumnya , demikian juga dengan kewibawaan organisasi. Kewibawaan itu kini hampir pudar, jatuh bangun, maju mundur, naik turun, pasang surut dan lain sebagainya, itu adalah keadaan yang biasa berlaku pada semua  yang ada di bawah langit diatas bumi ini. Keadaan ini juga berlaku bagi Organisasi olah Raga Bela diri PORBISI “ GARUDA PUTIH “.
Kalau pada waktu yang lalu dialami suatu keadaan yang dapat dikatakan sebagai suatu kemunduran, maka mulai sekarang ini melalui pengurus  organisasi diharapakan dapat menciptakan suatu suasana dimana kegirahan untuk mengajar dan belajar serta berlatihy sebagai dorongan untuk berbuat bhakti lebih banyak dan lebih besar terhadap masyarakat dalam arti dapat ditingkatkan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Sasaran utama Porbisi Garuda Putih adalah mempersembahkan Putra-Putri  Indonesia untuk menjadi tiang-tiang penopang pembangunan yang siap pakai mengisi dan kemerdekaan guna mewujudkan manusia Indonesia sejati yang bermartabat dan sehat rohani dan jasmani.

Pelajaran yang diajarkan pada murit-murit perguruan adalah merupakan hasil penggabungan gerakkan dari berbagai aliran beladiri yang diolah kemudian diramu kembali oleh Guru Besar dengan tujuan kemanfaatan praktis dari setiap gerakan. Gerakan berupa Dasar terdiri dari : “Dasar di tempat, Dasar jalan, dan Dasar penutup, Seri Kembangan, dan Alat serta bela diri praktis. Hal yang harus diperhatikan dalam setiap gerakan  bela diri Porbisi Garuda Putih adalah : cepat, tepat dan bertenaga serta dibarengi dengan suara.

Philosofi perguruan Porbisi “Garuda Putih” yaitu untuk melumpuhkan daya serang lawan dengan tanpa mengorbankan lawan itu sendiri. Dengan melumpuhkan tanpa mengorbankan lawan maka akan tetap terpelihara suasana persaudaraan sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Inilah merupakan hakekat dari pelajaran-pelajaran perguruan . Oleh karena itu nama yang digunakan oleh organisasi beladiri ini yaitu, “Persaudaraan Olah Raga Bela Diri Silat Indonesia Garuda Putih atau disingkat PORBISI “ GARUDA PUTIH “.

1.2   Dasar Hukum
Untuk lebih memantapkan partisipasi dan eksistensi yang berkelanjutan dari perguruan bela diri Porbisi Garuda Putih dan juga untuk lebih memantapkan kebebasan gerak organisasi dalam rangka turut serta secara aktif memasyarakatkan olah raga dan mengolah ragakan masyarakat dalam rangka membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang sehat lahir dan batin berdasarkan Panca Sila dan Undang-Undang Dasar 1945. Maka oleh pimpinan organisasi perguruan telah diambil langkah-langkah nyata melalui surat keterangan yang dikeluarkan oleh :
1.      Surat Keterangan BKS ORBED PROPINSI SULAWESI UTARA No. : 016/BKS/V/1973 tanggal 18 Mei 1973.
2.      Surat Keterangan Kepala Daerah Kepolisian XIX SULUTTENG No. :   Pol. 13/SKB/PKN/XIX/V/73.
3.      Surat Keterangan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Nomor : 243/Sekr/1974 tanggal 20 Maret 1974.
4.  Undang-undang nomor 8 Tahun 1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan
 

II.                  SEJARAH SINGKAT PERGURUAN

          Berbicara mengenai sejarah Perguruan, hal ini tidak lepas dari pada rentetan tingkah serta pola Guru Besar dalam rangka usaha mewariskan ilmu bela diri yang dimilikinya, disamping usaha yang berkesinambungan dalam usaha memperkenalkan serta meningkatkan kemantapan organisasi yang merupakan faktor penunjang utama dari pada kelangsungan hidup perguruan. Sebagai orang berilmu yang selalu berkeinginan untuk mewariskan ilmu yang ada padanya sudah sejak sebelum Porbisi Garuda Putih loahir, Guru Besar telah mengadakan kegiatan-kegiatan berupa latihan-latihan kepada lingkungan yang sangat terbatas pada handai tolan dan kenalan-kenalan yang berminat pada ilmu bela diri.

Pada tahun 1951 sifatnya masih sangat terbatas, maka kelompok ini belum memiliki nama. Setelah kelompok ini berkembang kemudian baru dirasakan perlu memiliki suatu identitas. Pada tanggal 5 Pebruari 1958 lahirlah perkumpulan bela diri yang diberi nama perguruan "NAGA EMAS".

Naga Emas tidak berlangsung begitu lama karena dilakukan penggantian kembali dengan NAGA KUNING. Kemudian diganti SAKURA YUDO KWAI dan selanjutnya diganti JUJITSU. Perubahan-perubahan nama tidak diikuti dengan perubahan mendasar mengenai sifat perguruan, akan tetapi setelah perkembangan begitu pesat sehingga diambil langkah-langkah untuk membentuk suatu organisasi yang memenuhi syarat.  Pengurus ini bertugas untuk mendorong tercapainya kemajuan perguruan dalam menjangkau elemen masyarakat di semua lini.
 
Pada tanggal 19 April 1967, maka akhirnya lahirlah Persaudaraan Olah Raga Bela Diri Silat Indonesia GARUDA PUTIH atau disingkat menjadi nama PORBISI "GARUDA PUTIH". Sejak saat itu pula dibentuk pengurus dengan Guru Besar merangkap sebagai Ketua. Maka Garuda Putih kini tampil dengan wajah baru, atas inisiatif Guru Besar sendiri digambungkanlah gerakkan-gerakkan dari berbagai aliran ilmu beladri.  Ilmu bela diri yang telah dipelajarinya kemudian diramuh kembali, diolah menjadi gerakkan baru yang efektif serta praktis dalam mempertahankan diri dari berbagai serangan.



III.                ALIRAN DASAR PERGURUAN

            Pada umumnya sudah merupakan kelaziman bagi setiap perguruan mempunyai aliran dasar beladiri yangdiajarkan kepada muridnya. Porbisi Garuda Putih khususnya memiliki aliran dasar berasal dari  Ilmu Siaw Lim di Kuil Siaw Lim Sie yaitu Kung Fu di daratan Tiongkok dibawa dan diwariskan oleh Lie Chin Hai dan Lie Chin Lian kemudian digambungkan dengan Karate, Judo, Gulat, Jujitsu, Langga, dsb.


IV.                ARTI LAMBANG PERGURUAN
Lambang Perguruan hal yang sangat mendasar bagi wadah atau organisai ,demikian juga dengan organisasi bela diri Porbisi Garuda Putih memiliki suatu identitas diri berupa Lambang Perguruan. Pengertian Lambang Porbisi Garuda Putih adalah, sebagai berikut :
1.     BURUNG GARUDA MEMBUKA SAYAP merupakan cermin sikap keterbukaan dan gerak langkah awal PORBISI "Garuda Putih"
2.  BURUNG GARUDA melambangkan kekuatan yang dijiwai semangat persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan PORBISI "Garuda Putih"
3.   SIFAT-SIFAT BURUNG GARUDA yang tangkas, cepat, gesit, ulet dan bersemangat melandasi gerakan dan pengembangan PORBISI "Garuda Putih"
4. WARNA PUTIH melambangkan kesucian tekad PORBISI "Garuda Putih" dalam menegakkan kebenaran dan keadilan
5.     WARNA HITAM melambangkan lingkaran maut yang senantiasa membayangi kehidupan PORBISI "Garuda Putih" dalam membela kebenaran dan keadilan
6.      WARNA BIRU melambangkan ketenangan dalam menghadapi setiap tantangan
7.      WARNA MERAH melambangkan keberanian dan sikap bertanggung jawab
8.      RANTAI LIMA WARNA melambangkan sikap persaudaraan.
9.  LAMBANG YANG BERBENTUK LINGKARAN mengandung arti kesadaran atas keterbatasan alamiah.
V.                  JENIS KEANGGOTAAN

Keanggotaan dalam perguruan Persaudaraa Olah Raga Beladiri Silat Indonesia  (PORBISI "GARUDA PUTIH "  adalah sebagai berikut :

1.      ANGGOTA BIASA
 Anggota biasa adalah  Warga Negara Indonesia yang telah mengikuti latihan-latihan  yang diberikan oleh Guru Besar/Dewan Guru, Pelatih secara rutin, mengikuti ujian kenaikan tingkat sabuk secara berkala dan bertahap dan tunduk terhadap ketentuan serta aturan-aturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi PORBISI " GARUDA PUTIH".

2.      ANGGOTA LUAR BIASA
Anggota Luar Biasa, ialah Warga Negara Indonesia yang terikat dengan salah satu jabatan/pekerjaan (TNI/POLRI/SIPIL) dan atau Tokoh Masyarakat.
3.      ANGGOTA KEHORMATAN
Anggota Kehormatan, adalah  se  tiap orang yang karena dianggap berjasa dan menaruh perhatian bagi kemajuan Organisasi PORBISI "GARUDA PUTIH"



VI.                IKRAR SETIA
              KAMI ANGGOTA PORBISI "Garuda Putih" BERIKRAR:
1. Siap membela dan mempertahankan tegaknya kebenaran dan keadilan
2. Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan persaudaraan PORBISI "Garuda Putih"
3. Siap menunjang program pemerintah dibidang pembinaan ketertiban umum dan keamanan
4. Senantiasa berusaha memupuk rasa persaudaraan sesama manusia
5. Berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis bela diri.


VII. KRITERIA PELATIH

Anggota Dewan Sabuk Hitam dan/atau anggota umum yang memiliki sertifikat pelatih
Loyal terhadap Dewan Guru dan kakak seperguruan (senior)
Memiliki rasa hormat kepada Guru Besar, Dewan Guru, Kakak dan adik seperguruan serta sesama anggota perguruan baik di luar maupun di dalam tempat latihan
Berhak untuk dihormati dan dihargai apabila sedang memimpin latihan
Wajib mengenakan identitas pelatih dan seragam latihan apabila memasuki tempat latihan
Menjaga nama baik dan wibawa seorang pelatih, serta bersifat ksatria dan memiliki disiplin tinggi di dalam maupun di luar tempat latihan


VII.              MATERI PERGURUAN
Setiap perguruan mempunyai materi tersendri yang akan diajarkan kepada murid-murit yang akan berlatih, khusunya Porbisi Paruda Putih dengan materi, sebagai berikut :
Penghormatan Bendera perguruan
Penghormatan Perguruan
Dasar di tempat
Dasar Jalan
Dasar Penutup
Bela diri Praktis (kuncian, Bantingan, buka kunci)
Tangan Kosong (perorangan):
Seri kembangan Satu
 Seri kembangan Dua
Seri kembangan Tiga
Seri kembangan Empat
Seri kembangan Lima
Seri kembangan Enam
Seri kembangan Tujuh
Seri kembangan Delapan
Seri kembangan Sembilan
Seri kembangan Sepuluh
Seri kembangan Sebelas
Seri kembangan Dua Belas
Seri kembanganTiga belas
Seri kembangan Empat belas
Tan Tui
Seri kembangan Butong
Seri kembangan Lei Lo
Seri kembangan Naga
Seri kembangan 
Cakar Harimau
Cakar Garuda
Kao Kun
Kumis Tembaga


Tangan Kosong (Double) pasangan :
Seri Duuble Satu
Seri Double Dua
Seri Double Tiga
Seri Duble Empat
Seri Double Lima
Seri Double Enam

Alat  perorangan :
Pisau Satu
Pisau Kembar
Pedang Tunggal
Pentung
Toya
Clurit
Trisula
 Rantai
Kuanto
Golok
Pedang
Kapak
Po Kiam
Samurai
Bendera Tempur
Bendera Kembar
Golok Kembar

Alat (double) pasangan :
Toya lawan toya
Golok lawan Toya
Tangan Kosong Lawan Pisau
Tangan Kosong Lawan Pedang
dll.


VIII.            TINGKATAN SABUK

Garuda Putih mempunyai tingkatan dan warna sabuk sebagai berikut :
1.      Putih
2.      Kuning
3.      Hijau Muda
4.      Hijau Tua
5.      Orange
6.      Ungu Pars
7.      Biru Muda
8.      Biru Tua
9.      Merah
10.  Coklat
11.  Hitam
12.  Hitam Putih
13.  Hitam Kuning
14.  Hitam hijau Muda
15.  Hitam hijau Tua
16.  Hitam Orange
17.  Hitam Ungu Pars
18.  Hitam Biru Muda
19.  Hitam Biru Muda
20.  Hitam Coklat
21.  Merah Hitam (sabuk khusu untuk Guru Besar)


IX.                GURU BESAR
Guru Besar Persaudaraan Olah Raga Belariri Silat Indonesia "Garuda Putih" Pusat Manado. adalah BPK. FRANS DOMPAS atau lebih dikenal sehari-hari dipanggil dengan sebutan KO SENG.


X.                DEWAN GURU:
Dewan Guru dibentuk dalam mengisi kekosongan sehubungan dengan menginggalnya Guru Besar Probisi Garuda Putih, almarhum Bpk. Frans Dompas (Ko Seng). Dewan Guru terdiri dari 5 serangkai dengan kriteria diasuh secara langsung oleh Guru Besar. Tugas dan fungsi sebagai pengganti peran Guru Besar untuk pengembangan teknik ilmu beladiri dibantu oleh Dewan Sabuk Hitam. Bertempat di rumah almarhum Guru Besar ditunjuk nama-nama anggota Dewan Guru dan ditindak lanjuti melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat No.     /PP-PGP/X/99 tanggal     Mei 1999, sebagai berikut yaitu :
1.      Bpk. NOLDY RANTUNG
2.      Bpk. JOSI SUMAEL, BA
3.      Bpk. LEXI JOSEP DATAU, SH
4.      Bpk. Ir. ALEX KAMBEY
5.      Bpk. Drs. ALFRETS PUSUNGOLAA


XI.                  DEWAN SABUK HITAM
Merupakan wadah tempat berhimpun anggota yang menyandang sabuk hitam, dibentuk sebagai pembantu/pelaksana dari Dewan Guru dalam mengembangkan teknik olah raga beladiri PORBISI " Garuda Putih". Nama-nama yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Sabuk Hitam, adalah sebagai berikut :
1.      HUSEIN R. PAKAYA
2.      NOLDI RANTUNG          (                          - Oktober 1993)
3.      LEXI JOSEP DATAU        (12 Nopember 1993 - Mei 1999)
4.      JEFRI MARIJAN               ( Mei 1999 - Desember 1999)
5. SUNTJE MONINTJAP, SE   (Pelaksana Sementara)  Thn 2000.
6. JEFRY MARIJAN                ( 20 Agustus 2000 -                   )
                        7.  HESKY JOSEP PRATASIK (


XII.              PENGURUS PUSAT
Pengurus organisasi olah raga bela diri PORBISI Garuda Putih diatur melalui anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dipimpin oleh seorang Ketua Umum. Nama-nama yang menjabat sebagai ketua umum, yitu :
1.      19 Maret 1974 – 20 Juli 1981 -> FRANS DOMPAS
2.      20 Juli 1981 – 09 Januari 1984 -> BrigJen. Pol. Drs. P. W. DAENG
3.      09 Januari 1984 – 04 November 1985 -> LetKol. Pol. ABDUL FATTAH/Letkol. Pol. Eddy Latif
4.      04 November 1985 – 04 Maret 1994 -> Kol. Pol. HERNAWAN JOESOEF, SH
5.      04 Maret 1994 – sekarang -> BUNGKY Z. A. P. FREDERIK
6.      2008 - Brigjen Pol. Drs. Jacky Y. Ully, SH, MH
7.   Juli 2013 - Sekarang Suntje Monintjap, SE, MM.



XIII.            PENUTUP
Demikian sekedar informasi berupa selanyang pandang perguruan Bela Diri Porbisi “Garuda Putih” Pusat Manado. 

1 komentar:

  1. senang baca Garuda Putih muncul...jadi teringat susah senang dgn Koseng khsnya,jg Tinko,Amoy, dan dipercaya jd ass.pelatih olh Koseng di thn 69 s/d 73 ,slnjtnya kuliah di Jkt. ooh bnyk pnglman di cabang2 jg di klenteng kacil...

    BalasHapus